WHO Ungkap Aktivitas Influenza Mulai Naik di Sejumlah Negara Asia

Daftar Isi

Jakarta, antabusex Indonesia

—

Batuk, pilek, dan badan meriang mungkin terasa seperti keluhan yang biasa muncul saat banyak orang mulai terserang flu. Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas

influenza

memang mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah negara Asia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat aktivitas influenza global masih tergolong rendah. Meski begitu, peningkatan mulai terlihat di sejumlah negara, termasuk beberapa negara di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir

Global Respiratory Virus Activity: Weekly Update No. 597

yang diterbitkan 30 September 2026, WHO mencatat

positivity rate

influenza global berada di sekitar 10 persen pada pekan ke-38, yang berakhir 20 September.

Artinya, sekitar 10 persen sampel yang diperiksa terdeteksi positif influenza.

WHO menegaskan angka tersebut belum menunjukkan lonjakan influenza secara global. Aktivitas influenza dunia masih tergolong rendah dan virus influenza A masih menjadi jenis yang paling banyak ditemukan.

Meski secara global masih rendah, gambaran di beberapa wilayah Asia menunjukkan tren yang perlu diperhatikan.

WHO mencatat

positivity

influenza lebih dari 30 persen di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Oseania. Peningkatan kecil aktivitas influenza juga terlihat di beberapa negara Asia Tenggara.

Data tersebut sejalan dengan laporan regional WHO Western Pacific yang dirilis 24 September 2026. Dalam

Respiratory Viruses Surveillance Bulletin: Epidemiological Week 37

, WHO mencatat

positivity

influenza di kawasan tersebut meningkat dari 14 persen pada pekan ke-35 menjadi 16 persen pada pekan ke-37.

Aktivitas influenza juga meningkat di sebagian besar negara dalam zona Asia Tenggara. Pengecualian pada periode tersebut adalah Malaysia, Filipina, dan Vietnam yang tidak menunjukkan peningkatan aktivitas.

Influenza A masih mendominasi

Laporan WHO terbaru juga menunjukkan bahwa influenza A masih menjadi virus yang paling banyak terdeteksi secara global.

Pada pekan ke-38, WHO mencatat influenza A mendominasi deteksi. Di wilayah Asia Tenggara dan beberapa wilayah Asia lainnya, influenza A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe yang dominan di antara wilayah dengan aktivitas influenza yang meningkat.

Sementara itu, data regional Western Pacific menunjukkan komposisi yang sedikit berbeda. Pada pekan ke-37, influenza A(H3) menyumbang 48,4 persen dari seluruh deteksi di kawasan tersebut, disusul influenza A(H1N1)pdm09 sebesar 26,7 persen dan influenza B(Victoria) sebesar 23,8 persen.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena laporan global dan regional menggunakan cakupan wilayah serta periode pelaporan yang berbeda.

Laporan ini sebagai tanda bahwa aktivitas influenza mulai meningkat di beberapa wilayah, bukan sebagai tanda bahwa dunia sedang mengalami lonjakan flu secara keseluruhan.

Bagi masyarakat, tren ini tetap menjadi pengingat untuk memperhatikan gejala infeksi saluran pernapasan, terutama ketika berada di lingkungan padat atau ketika banyak orang di sekitar mulai mengalami batuk dan pilek.

(anm/els)

Baca lagi: Sarwendah Gugat Perdata Ruben Onsu gegara Wanprestasi

Baca lagi: Kopi Manis vs Kopi Pahit, Lebih Suka yang Mana?

Baca lagi: Pajak Pedagang Online via Shopee, Tokopedia Dkk Resmi Berlaku Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: